Hidup Terbelenggu Rantai Hingga Belasan Tahun
Sumbawa Besar, Sumbawanews.com.- Hanya gara-gara dinyatakan tidak naik kelas seorang pemuda asal Sumbawa Nusa Tenggara Barat terkena gangguan jiwa dan dirantai selama belasan tahun.
Keluarga mengaku terpaksa mengikat rahman alias meng dengan rantai besi karena rendahnya pengetahuan dan terbatasnya kemampuan untuk membawanya berobat secara medis.
Kondisi anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan suami istri ahmad dan minda saat ini sangat menyedihkan. Pemuda asal desa pernek kecamatan moyo hulu Sumbawa Nusa tenggara barat setiap hari selama belasan tahun harus tinggal di sebuah gubuk yang sama sekali tidak layak bagi seorang manusia apalagi dengan kondisi terantai.
Awalnya rahman adalah seorang siswa yang rajin sekolah seperti anak-anak kebanyakan namun entah mengapa ia memdadak sakit jiwanya muncul saat sang guru menyatakan tidak naik kelas di akhir tahun ajaran.
Sejak saat itulah rahman atau yang biasa dipanggil meng selalu terlihat murung dan gampang marah.
Karena keterbatasan ekonomi pengobatan non medis atau secara alternatif dipilih kedua orang tuanya untuk kesembuhan rahman namun nampaknya sia-sia.
Agar tidak mengganggu orang lain rahman pun akhirnya harus diasingkan ke sebuah ladang di kaki gunung dengan tubuh terikat rantai besi.
Sang ibu lah secara rutin setiap hari selalu setia membawakan makan dan minum agar si buah hati tetap bisa bertahan untuk hidup dan mungkin sembuh dari sakit.
Minda orang tua rahman menjelaskan kondisi rahman memang cukup memprihatinkan, hal ini terpaksa dilakukan karena ketidaktersediaan dana untuk pengobatan Rahman.
Sementara itu Kepala Desa Pernek M. Rauf menjelaskan penderiaan Rahman akan terus berlanjut karena sampai saat ini belum ada orang yang tersentuh untuk memberikan bantuan.
“ Hanya bantuan dinas-dinas terkait dan para dermawan lah yang bisa membantu mengurangi beban penderitaan atupun bahkan menyembuhkan sakit pemuda ini.” Jelas Rauf. (Moeis)
Tags: gila
